Slank

Slank adalah sebuah grup musik di Indonesia. Dibentuk oleh Bimbim pada 26 Desember 1983

Boomerang

Boomerang adalah sebuah kelompok musik rock papan atas Indonesia dari Surabaya. Resmi berdiri pada 8 Mei 1994 dengan nama Lost Angels

Jamrud

Jamrud adalah band cadas yang berasal dari Indonesia, pertama kali terbentuk pada tahun 1984 di Cimahi, Jawa Barat dengan nama Jamrock.

Gigi

Gigi adalah nama sebuah grup musik yang berasal dari Bandung, Indonesia yang mengusung jenis musik pop dan rock. Grup musik ini dibentuk oleh Armand Maulana dan penulis lagu Dewa Budjana.

/Rif

/rif (singkatan dari rhythm in freedom) adalah grup band Indonesia yang didirikan di Bandung, Jawa Barat pada 1992 yang beranggotakan Andy (vokal), Jikun (gitar), Maggi (drum), Ovy (gitar) dan Teddy (bass).

Tampilkan postingan dengan label Dewa 19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dewa 19. Tampilkan semua postingan

Dewa 19 Album Atas Nama Cinta I & II (2004)



Atas Nama Cinta adalah sebuah album live karya grup band Dewa 19, yang dirilis pada tahun 2004. Seluruh lagu di album ini merupakan rekaman konser Dewa 19 pada saat Tour Atas Nama Cinta. Album ini dirilis dalam 2 CD, yaitu Atas Nama Cinta I dengan 11 buah lagu dan Atas Nama Cinta II dengan 10 lagu. Di album ini juga terdapat lagu-lagu Dewa 19 di era Ari Lasso menjadi vokalis seperti "Restoe Boemi", "Bunga","Elang",dan lainnya, yang kali ini dinyanyikan oleh Once.
Ini adalah album live pertama Dewa dengan vokalis Once.


Daftar lagu

Atas Nama Cinta I

  1. "Separuh Nafas"
  2. "Restoe Boemi"
  3. "Aku Milikmu"
  4. "Cukup Siti Nurbaya"
  5. "Bukan Rahasia"
  6. "Mistikus Cinta"
  7. "Lagu Cinta"
  8. "Elang"
  9. "Kasidah Cinta"
  10. "Pupus"
  11. "Cemburu"

Atas Nama Cinta II

  1. "Kosong"
  2. "Bunga"
  3. "Dua Sejoli"
  4. "Hidup Adalah Perjuangan"
  5. "Juara Sejati"
  6. "Angin"
  7. "Manusia Biasa"
  8. "Arjuna"
  9. "Roman Picisan"
  10. "Kamulah Satu-Satunya"

Personel

  • Ahmad Dhani - Keyboard, Guitar, Vocal
  • Andra Junaidi - Guitar
  • Yuke Sampurna - Bass
  • Once - Lead Vocal
  • Tyo Nugros - Drum

Download Full Album Atas Nama Cinta I (2004)

Download Full Album Atas Nama Cinta II (2004)

Password (jika diperlukan) ;  sabadisayapku.blogspot.com

DISCLAIMER


Semua file musik di blog Group Band Indo didapatkan dari berbagai sumber di internet. File musik di dalam blog ini dapat di download secara gratis, dengan catatan ini hanya untuk review semata. Jika anda suka belilah kaset atau CD original dari album mereka di toko - toko terdekat di kota anda atau gunakan Nada Sambung Pribadi (NSP) dari lagu mereka,agar mereka dapat terus berkarya.

Dewa 19 Album The Greatest Hits (2013)



Track List :


  1. Mukadimah + Roman Picisan 
  2. Mistikus Cinta 
  3. Pupus 
  4. Bukan Rahasia
  5. Dua Sejoli
  6. Kosong
  7. Satu 
  8. Pangeran Cinta 
  9. Separuh Nafas 
  10. Angin
  11. Arjuna 
  12. Risalah Hati 
  13. Cemburu 
  14. Hadapi Dengan Senyuman 

Download Full Album The Greatest Hits (2013)


Password : indiscography.blogspot.com

DISCLAIMER


Semua file musik di blog Group Band Indo didapatkan dari berbagai sumber di internet. File musik di dalam blog ini dapat di download secara gratis, dengan catatan ini hanya untuk review semata. Jika anda suka belilah kaset atau CD original dari album mereka di toko - toko terdekat di kota anda atau gunakan Nada Sambung Pribadi (NSP) dari lagu mereka,agar mereka dapat terus berkarya.

Dewa 19 Album The Best of Republik Cinta Vol. 2 (2009)


The Best Of Republik Cinta Vol. 2 adalah album kompilasi dari manajemen artis Republik Cinta Management, seperti Dewa 19, Mulan Jameela, Andra & The Backbone, Mahadewi. Dirilis pada tahun 2009, berisikan 12 buah lagu dengan lagu "Bukan Cinta Manusia Biasa" yang merupakan lagu terakhir dari Dewa 19 dan Cinta Mati 2 sebagai hits singel album ini.

Daftar lagu

  • Bukan Cinta Manusia Biasa (Dewa 19)
  • Cinta Mati 2 (Mulan Jameela Ft. Mitha Virgin)
  • Kangen (Dewa 19)
  • Sempurna (Andra & The Backbone)
  • Dokter Cinta (Dewi Dewi)
  • Kamu Kamulah Surgaku (The Rock)
  • Wonder Woman (Mulan Jameela)
  • Roman Picisan (Dewa 19)
  • Elang (Dewi Dewi)
  • Aku Bukan Siapa Siapa (The Rock)
  • Bukannya Aku Takut (Mulan Jameela)
  • Main Hati (Andra & The Backbone)

Download Full Album The Best of Republik Cinta Vol. 2 (2009)


Password rar : shecacing

DISCLAIMER


Semua file musik di blog Group Band Indo didapatkan dari berbagai sumber di internet. File musik di dalam blog ini dapat di download secara gratis, dengan catatan ini hanya untuk review semata. Jika anda suka belilah kaset atau CD original dari album mereka di toko - toko terdekat di kota anda atau gunakan Nada Sambung Pribadi (NSP) dari lagu mereka,agar mereka dapat terus berkarya.

Dewa 19 Album The Best Of Republik Cinta Artists Vol. 1 (2008)



The Best Of Republik Cinta Artists Vol. 1 adalah album kompilasi terbaik yang berisikan 14 buah lagu karya artis-artis yang tergabung dalam Republik Cinta Management, yaitu Dewa 19, Mulan Jameela, Andra & The Backbone, Dewi Dewi, dan The Rock. Album ini dirilis pada 2008 dengan 3 buah lagu baru yang menjadi hits single yaitu Sakit Bukan Main (Mulan Jameela feat. Dewi Dewi), Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia (Dewa 19), dan Kenyataan Dalam Dunia Fantasi (The Rock feat. Koil). Sementara selebihnya merupakan lagu-lagu hits yang telah pernah dirilis.

Daftar lagu

  1. "Perempuan Paling Cantik Di Negeriku Indonesia" - Dewa 19
  2. "Sakit Bukan Main" - Mulan Jameela feat. Dewi Dewi
  3. "Kenyataan Dalam Dunia Fantasi" - Koil feat. The Rock
  4. "Musnah" - Andra & The Backbone
  5. "Begitu Salah Begitu Benar" - Dewi Dewi
  6. "Munajat Cinta" - The Rock
  7. "Makhluk Tuhan Paling Sexy" - Mulan Jameela
  8. "Dewi" - Dewa 19
  9. "Roman Picisan" - Dewi Dewi
  10. "Aku Cinta Kau dan Dia" - The Rock
  11. "Lagu Sedih" - Mulan Jameela
  12. "Lagi... dan Lagi" - Andra & The Backbone
  13. "Sedang Ingin Bercinta - Dewa 19
  14. "Arjuna" - The Rock

Download Full Album The Best Of Republik Cinta Artists Vol. 1 (2008)


Password rar : shecacing

DISCLAIMER


Semua file musik di blog Group Band Indo didapatkan dari berbagai sumber di internet. File musik di dalam blog ini dapat di download secara gratis, dengan catatan ini hanya untuk review semata. Jika anda suka belilah kaset atau CD original dari album mereka di toko - toko terdekat di kota anda atau gunakan Nada Sambung Pribadi (NSP) dari lagu mereka,agar mereka dapat terus berkarya.

Dewa 19 Album Kerajaan Cinta (2007)



Kerajaan Cinta adalah sebuah album kompilasi karya grup band Dewa 19 yang dirilis pada tahun 2007. Album ini memuat 2 lagu baru, yaitu "Dewi" dan "Mati Aku Mati", sementara selebihnya merupakan lagu-lagu di album Republik Cinta. 4 lagu diantaranya diremix atau direkam ulang. Ini merupakan album terakhir Dewa 19, sebelum akhirnya resmi dibubarkan pada tahun 2011.

Daftar lagu

  1. "Dewi"
  2. "Mati Aku Mati"
  3. "Roman Picisan" (New Version)
  4. "Separuh Nafas" (New Version)
  5. "Kangen" (New Version)
  6. "Angin" (New Version)
  7. "Sedang Ingin Bercinta"
  8. "Laskar Cinta" Chapter One
  9. "Laskar Cinta" Chapter Two
  10. "Emotional Love Song"
  11. "Larut"
  12. "Perasaanku Tentang Perasaanku Kepadamu"
  13. "Lelaki Pencemburu"
  14. "Selimut Hati"

Personel

  • Ahmad Dhani - Keyboard, Guitar, Vocal
  • Andra Junaidi - Guitar
  • Yuke Sampurna - Bass
  • Once - Lead Vocal
  • Agung Yudha - Drum
  • Tyo Nugros - Drum

Download Full Album  Kerajaan Cinta (2007)
Password : indiscography.blogspot.com

DISCLAIMER


Semua file musik di blog Group Band Indo didapatkan dari berbagai sumber di internet. File musik di dalam blog ini dapat di download secara gratis, dengan catatan ini hanya untuk review semata. Jika anda suka belilah kaset atau CD original dari album mereka di toko - toko terdekat di kota anda atau gunakan Nada Sambung Pribadi (NSP) dari lagu mereka,agar mereka dapat terus berkarya.

Dewa 19 Album The Best Of Dewa 19 (1999)


The Best of Dewa 19 adalah album kumpulan karya-karya terbaik Dewa 19 yang dirilis pada tahun 1999. Album ini memuat lagu-lagu terbaik Dewa 19 semasa Ari Lasso menjadi vokalis, sejak album pertama Dewa 19 (1992) hingga Pandawa Lima (1997). Album ini memuat 2 buah lagu baru yaitu "Elang" dan "Persembahan Dari Surga". Album ini merupakan album perpisahan Dewa 19 dengan Ari Lasso sebelum akhirnya digantikan oleh Once.

Daftar lagu

No. Judul Pencipta Vokalis Durasi
1. Elang   Dhani Manaf Ari Lasso 4:21
2. Kirana   Dhani Manaf, Erwin Prasetya Ari Lasso 4:20
3. Aku Milikmu   Dhani Manaf, Ari Lasso, Andra Ramadhan Ari Lasso 5:32
4. Cukup Siti Nurbaya   Dhani Manaf Ari Lasso 4:45
5. Cinta 'Kan Membawamu Kembali   Dhani Manaf Ari Lasso 4:21
6. Kangen   Dhani Manaf Ari Lasso 5:32
7. Aku Disini Untukmu   Andra Ramadhan, Wong Aksan Ari Lasso 4:48
8. Kamulah Satu-Satunya   Dhani Manaf, Erwin Prasetya Ari Lasso 3:58
9. Satu Hati (Kita Semestinya)   Dhani Manaf, Andra Ramadhan Ari Lasso 5:24
10. Persembahan Dari Surga   Dhani Manaf Dhani Manaf dan Ari Lasso 5:12

Personel

  • Dhani Ahmad Manaf - Keyboard, Backing Vocal
  • Andra Junaidi - Guitar
  • Ari Lasso - Lead Vocal
  • Erwin Prasetya - Bass

Musisi tambahan

  • Once Mekel - Background vocal pada "Persembahan dari Surga"
  • Tyo Nugros - Drums pada "Elang" dan "Persembahan dari Surga"
  • Yani libels - Background vocal pada "Elang"

Download Full Album The Best Of Dewa 19 (1999)



DISCLAIMER


Semua file musik di blog Group Band Indo didapatkan dari berbagai sumber di internet. File musik di dalam blog ini dapat di download secara gratis, dengan catatan ini hanya untuk review semata. Jika anda suka belilah kaset atau CD original dari album mereka di toko - toko terdekat di kota anda atau gunakan Nada Sambung Pribadi (NSP) dari lagu mereka,agar mereka dapat terus berkarya.

Dewa 19 Album Republik Cinta (2006)



Republik Cinta adalah album studio kedelapan dan terakhir dari grup band Indonesia Dewa 19. Album ini dirilis pada tahun 2006 di bawah label EMI.

Pasar internasional

Dewa 19 mulai serius menjajal pasar internasional, dengan ditandatanganinya kontrak dengan EMI Music International di Hong Kong yang berlaku sejak 1 Januari 2006. Dengan EMI, Dewa 19 sepakat ingin go international. EMI merupakan perusahaan rekaman ketiga selama Dewa 19 berkarier, setelah Team Records dan Aquarius Musikindo. Perpindahan label Dewa 19 ini kemudian disengketakan oleh pihak label Aquarius Musikindo.
Keberhasilan Dewa 19 menjalin kontrak dengan EMI International disambut dengan suka cita oleh personel Dewa 19 dengan mengeluarkan album dalam 2 versi: untuk pasar Indonesia dan untuk pasar internasional.
Sebagai pemanasan sebelum album Republik Cinta dilaunching, Dewa 19 dan EMI telah melempar singel pertama berjudul "Laskar Cinta" di 150 radio di Indonesia pada tanggal 12 Desember 2005. Lagu ini diilhami dari perseteruan Dhani dengan ormas Islam beberapa waktu yang lalu. Ahmad Dhani selaku pencipta lagu mencoba mensinergikan lagunya dengan isu internasional yang saat itu tengah marak, teroris dan kekerasan. Tulisan KH Abdurrahman Wahid di The New York Times, koran terkemuka di Amerika Serikat telah mengantarkan Dewa 19 dikenal secara internasional.

Materi album

Secara keseluruhan, lagu-lagu di dalam album ini masih didominasi warna rock dan pop ala Dewa 19. Yang cukup kontras, lagu "Laskar Cinta", Dhani mencoba meramunya dengan irama world music.
Pada album ini terdapat 10 lagu baru milik Dewa 19, serta 1 lagu daur ulang milik grup musik legendaris Queen, "I Want to Break Free". 30% lagu-lagu di album ini ditulis dalam bahasa Inggris.

Penggarapan album

Seperti biasanya, Ahmad Dhani selaku panglima Dewa 19 tetap dominan dalam proses penggarapan album. Hanya Andra Ramadhan dan Once yang menyertakan lagu ciptaan mereka. Andra menghadirkan lagu berjudul "Selimut Hati". Jika biasanya Andra hanya membuat notasi dan musik saja, pada lagu ini Andra juga telah membuat liriknya sendiri. Sementara Once meciptakan sebuah lagu berbahasa Inggris berjudul "Live On". Selain itu, Dewa 19 juga menyertakan pencpita lagu produktif Bebi Romeo di dalam lagu "Flower in the Desert".
Album Republik Cinta beredar di pasaran indonesia di akhir Desember 2005 dan masuk pasar Asia pada pertengahan Januari 2006.

Daftar lagu

  1. "Laskar Cinta" Chapter One
  2. "Laskar Cinta" Chapter Two
  3. "Emotional Love Song"
  4. "Larut"
  5. "Sedang Ingin Bercinta"
  6. "Perasaanku Tentang Perasaanku Kepadamu"
  7. "Lelaki Pencemburu"
  8. "Lover's Rhapsody"
  9. "I Want to Break Free"
  10. "Flower in the Desert"
  11. "Live On"
  12. "Selimut Hati"

Personel

  • Ahmad Dhani - Keyboard, Guitar, Vocal
  • Andra Junaidi - Guitar
  • Yuke Sampurna - Bass
  • Once - Lead Vocal
  • Tyo Nugros - Drum

Download Full Album Republik Cinta (2006)

Password : indiscography.blogspot.com

DISCLAIMER


Semua file musik di blog Group Band Indo didapatkan dari berbagai sumber di internet. File musik di dalam blog ini dapat di download secara gratis, dengan catatan ini hanya untuk review semata. Jika anda suka belilah kaset atau CD original dari album mereka di toko - toko terdekat di kota anda atau gunakan Nada Sambung Pribadi (NSP) dari lagu mereka,agar mereka dapat terus berkarya.

Dewa 19 Album Laskar Cinta (2004)


Laskar Cinta adalah album ketujuh karya grup band rock Indonesia, Dewa 19. Album ini dirilis pada tahun 2004 di bawah label Aquarius Musikindo. Singel pertama dari album ini adalah "Pangeran Cinta".

Daftar lagu

  1. "Pangeran Cinta"
  2. "Atas Nama Cinta"
  3. "Satu"
  4. "Indonesia Saja"
  5. "Sweetest Place"
  6. "Hidup Ini Indah"
  7. "Cinta Gila"
  8. "Nonsens"
  9. "Hadapi Dengan Senyuman"
  10. "Matahari Bintang Bulan"
  11. "Aku Tetaplah Aku"
  12. "Shine On"

Personel

  • Ahmad Dhani - Keyboard, Guitar, Vocal
  • Andra Junaidi - Guitar
  • Yuke Sampurna - Bass
  • Once - Lead Vocal
  • Tyo Nugros - Drum

Download Full Album Laskar Cinta (2004)


Password : indiscography.blogspot.com

DISCLAIMER


Semua file musik di blog Group Band Indo didapatkan dari berbagai sumber di internet. File musik di dalam blog ini dapat di download secara gratis, dengan catatan ini hanya untuk review semata. Jika anda suka belilah kaset atau CD original dari album mereka di toko - toko terdekat di kota anda atau gunakan Nada Sambung Pribadi (NSP) dari lagu mereka,agar mereka dapat terus berkarya.

Dewa 19 Album Cintailah Cinta (2002)



Cintailah Cinta adalah album keenam karya grup band Indonesia Dewa. Album ini dirilis pada tahun 2002 di bawah label Aquarius Musikindo. Album ini kembali mengulangi sukses album Dewa sebelumnya dengan angka penjualan mencapai lebih dari 1,04 juta kopi. Album ini melahirkan beberapa hits seperti "Pupus", "Arjuna", "Kasidah Cinta" dan lainnya.
Setelah sukses album Bintang Lima, Dewa semakin percaya diri untuk merilis album berikutnya yang berjudul “Cintailah Cinta”. Dengan materi album yang begitu kuat dan banyaknya lagu yang berpotensi menjadi hits album ini akan dengan mudah memikat hati para pecinta musik Indonesia. Maka sang Master Ahmad Dhani pun mematok angka 3 juta keping sebagai target. Sayangnya, meskipun album ini sangat populer dan melahirkan banyak hits, ternyata penjualan kasetnya hanya mencapai angka sedikit di atas satu juta keping. Bagaimanapun, ini teteplah album yang luar biasa. Mengingat tak banyak band di Indonesia yang albumnya terjual jutaan kopi. Sesuai dengan judul albumnya”Cintailah Cinta”, lagu-lagu di album ini memang bertaburan kata-kata cinta. Cobalah simak lagu Pupus, Kasidah Cinta, Kosong, Mistikus Cinta dan Air Mata yang tampil dengan nuansa klasik ala The Beatles yang menghanyutkan. Yang menjadi lagu jagoan di album ini adalah lagu “Arjuna Mencari Cinta” yang kemudian berubah menjadi “Arjuna” saja setelah dituntut seorang penulis novel. Video klip lagu “Arjuna” awalnya akan disutradarai oleh Dimas Djayadiningrat, tapi kemudian Dimas berubah pikiran sehingga Dhani menyutradarai sendiri video klip lagu ini. Dewa makin memantapkan posisinya sebagai band papan atas yang tak tergoyahkan oleh gempuran band-band baru. Terbukti, mereka terpilih sebagai group pop terbaik. Bahkan lagu Arjuna meskipun penuh kontroversi, berhasil terpilih sebagai lagu alternative terbaik di ajang musik tahunan AMI Awards 2002.

Daftar lagu

  1. "Arjuna" - 5:13
  2. "Kosong" - 3:35
  3. "Mistikus Cinta" - 5:38
  4. "Angin" - 4:12
  5. "Pupus" - 5:05
  6. "Cintailah Cinta" - 5:14
  7. "Kasidah Cinta" - 4:22
  8. "Bukan Rahasia" - 4:30
  9. "Air Mata" - 7:34

Personel

  • Ahmad Dhani - Keyboard, Guitar, Vocal
  • Andra Ramadhan - Guitar
  • Once - Lead Vocal
  • Tyo Nugros - Drums
  • Erwin Prasetya - Bass

Download Full Album Cintailah Cinta (2002)

 Password : indiscography.blogspot.com

DISCLAIMER


Semua file musik di blog Group Band Indo didapatkan dari berbagai sumber di internet. File musik di dalam blog ini dapat di download secara gratis, dengan catatan ini hanya untuk review semata. Jika anda suka belilah kaset atau CD original dari album mereka di toko - toko terdekat di kota anda atau gunakan Nada Sambung Pribadi (NSP) dari lagu mereka,agar mereka dapat terus berkarya.

Dewa 19 Album Bintang Lima (2000)


Bintang Lima adalah album kelima karya rup band Dewa yang dirilis pada tahun 2000. Di album ini Dewa memperkenalkan 2 personel barunya, yaitu Once sebagai vokalis dan Tyo Nugros sebagai drummer. Kehadiran 2 personel baru ini membawa angin segar pada musik Dewa. Album ini meledak di pasaran dan sukses terjual hingga mencapai 1,7 juta keping. Album ini merupakan album tersukses sepanjang karier Dewa. Album ini mencetak sejumlah hits termasuk "Roman Picisan", "Dua Sejoli", "Risalah Hati", "Separuh Nafas", "Cemburu" dan "Lagu Cinta".
Bila ada sebuah group band yang paling kontroversial di Indonesia itu adalah Dewa 19. Kontroversi ini bersumber dari cara Dhani Ahmad dalam menangani band ini yang dianggap terlalu dominan dan arogan. Setelah memecat Wong Aksan dan Ari Lasso pada tahun 1997, tak terdengar kabar Dewa 19 akan merilis album baru. Banyak yang berpikir Dewa 19 sudah habis. Hingga pada tahun 2000 Dhani kembali menghidupkan Dewa 19 dengan merilis album baru yang bejudul “Bintang lima”, Dhani merekrut Once sebagai vokalis dan Tyo Nugros sebagai drummer. Angka 19 pun dihilangkan menjadi “Dewa” saja. Banyak yang meragukan kalau Dewa mampu bangkit lagi dan mengulang sukses album Pandawa lima yang terjual 900 ribu keping. Namun nyatanya, Album ini perlahan tapi pasti berhasil terjual menyentuh angka 1,8 juta keping. Meskipun lirik lagu dan aransemen musik di album ini terdengar cukup rumit nyatanya hampir semua lagu di album ini berhasil menjadi hits. Bagi yang suka membaca buku sastra dan puisi ala Kahlil Gibran mungkin judul-judul lagu di album ini sangat tidak asing. Sebut saja Roman Picisan, Dua Sejoli, Cinta adalah Misteri, dan Sayap-sayap Patah. Kehadiran album ini sekali lagi menguatkan posisi Dewa sebagai salah satu band paling berpengaruh di Indonesia. Lima penghargaan AMI awards pun diraih dari album ini termasuk kategori group terbaik dan album terbaik.

Daftar lagu

No. Judul Pencipta Vokalis Durasi
1. Mukadimah   Dhani Ahmad Instrumental 0:50
2. Roman Picisan   Dhani Ahmad Once Mekel 4:02
3. Dua Sejoli   Dhani Ahmad Once Mekel 5:24
4. Risalah Hati   Dhani Ahmad Once Mekel 4:53
5. Separuh Nafas   Andra Ramadhan, Dhani Ahmad Once Mekel dan Dhani Ahmad 5:01
6. Cemburu   Once Mekel, Dhani Ahmad Once Mekel 3:07
7. Hidup Adalah Perjuangan   Dhani Ahmad Once Mekel 3:27
8. Lagu Cinta   Dhani Ahmad Once Mekel 4:27
9. Cinta Adalah Misteri   Andra Ramadhan, Dhani Ahmad Dhani Ahmad 5:07
10. Sayap-Sayap Patah   Dhani Ahmad Dhani Ahmad dan Once Mekel 4:19
11. 1000 Bintang   Dhani Ahmad Instrumental 0:54

Personel

  • Dhani Ahmad - Keyboard, Guitar, Vocal
  • Elfonda Mekel - Lead Vocal
  • Wizztyo Nugros - Drum
  • Andra Junaidi - Guitar

Musisi tambahan

  • Ari Lasso - Background vocal pada "Roman Picisan"
  • Erwin Prasetya - Bass (Additional Player)
  • Teddy Panelewen - Background vocal pada "Roman Picisan"
  • Bebi Romeo - Background vocal pada "Roman Picisan"
  • Yani Libels - Background vocal pada "Roman Picisan"
  • Erwin Gutawa - String arrangement
  • Sa'unine - Jokja orchestra
  • Shanty - Background vocal
  • Vika - Background vocal
  • Dade - Bass pada "Cinta Adalah Misteri"
  • Kenny Jo - Flute pada "Risalah Hati"

Download Full Album  Bintang Lima (2000)

DISCLAIMER


Semua file musik di blog Group Band Indo didapatkan dari berbagai sumber di internet. File musik di dalam blog ini dapat di download secara gratis, dengan catatan ini hanya untuk review semata. Jika anda suka belilah kaset atau CD original dari album mereka di toko - toko terdekat di kota anda atau gunakan Nada Sambung Pribadi (NSP) dari lagu mereka,agar mereka dapat terus berkarya.

Dewa 19 Album Pandawa Lima (1997)


Pandawa Lima adalah album keempat karya grup band Indonesia Dewa 19. Album ini dirilis pada tahun 1997 oleh perusahaan rekaman Aquarius Musikindo dan di distribusikan oleh Aquarius Musikindo. Album ini melejitkan sejumlah hits seperti "Kirana", "Kamulah Satu-Satunya", dan lainnya.

Daftar lagu

  1. Kirana
  2. Aku Disini Untukmu
  3. Bunga
  4. Suara Alam
  5. Sebelum Kau Terlelap
  6. Satu Sisi
  7. Aspirasi Putih
  8. Cindi
  9. Petuah Bijak
  10. Selatan Jakarta
  11. Kamulah Satu-Satunya

Personel

  • Dhani Manaf - Keyboard, piano, organ, synthesizer
  • Andra Ramadhan - Electric & accoustic guitar
  • Erwin Prasetya - Bass
  • Ari Lasso - Lead vocal
  • Wong Aksan - Drums, Synthesizer

Download Full Album Pandawa Lima (1997)

Password : indiscography.blogspot.com
DISCLAIMER
 

Semua file musik di blog Group Band Indo didapatkan dari berbagai sumber di internet. File musik di dalam blog ini dapat di download secara gratis, dengan catatan ini hanya untuk review semata. Jika anda suka belilah kaset atau CD original dari album mereka di toko - toko terdekat di kota anda atau gunakan Nada Sambung Pribadi (NSP) dari lagu mereka,agar mereka dapat terus berkarya.

Dewa 19 Album Terbaik Terbaik (1995)



Terbaik Terbaik adalah album ketiga karya grup band Indonesia Dewa 19. Album ini dirilis pada tahun 1995 oleh perusahaan rekaman Aquarius Musikindo dan di distribusikan oleh Aquarius Musikindo. Album ini melejitkan sejumlah hits seperti "Cukup Siti Nurbaya", "Satu Hati (Kita Semestinya)", "Cinta 'Kan Membawamu Kembali", dan lainnya.



Informasi album

Album yang memuat 11 lagu ini direkam sejak bulan Oktober 1994 hingga Mei 1995 di berbagai studio: Gin's Studio, Triple M, Studio 15 dan RJ Studio, serta dimasterkan di Don Bartley, 301 Studio, Australia. Pada album ini Putra Jaya Husin bertindak sebagai Executive Producer dan Dhani Manaf bertindak sebagai produser dan menciptakan hampir semua lagu di album ini. Album ini memiliki konsep musik pop rock yang dikembangkan dengan menambah unsur-unsur jazz, folk, funk dan ballad. Untuk foto-foto dan sampul album digarap oleh Dimas Djayadiningrat.
Banyak pengamat musik meyakini bahwa inilah album terbaik yang pernah dibuat Dewa 19 yang mengukuhkan mereka sebagai salah satu grup band besar terkreatif yang pernah ada di Indonesia.
 Majalah Rolling Stone edisi Desember 2007 menempatkan album ini pada urutan 26 dalam daftar "150 Album Indonesia Terbaik"

Daftar Lagu

No. Judul Pencipta Vokalis Durasi
1. IPS   Andra Ramadhan Instrumental 1:09
2. Cukup Siti Nurbaya   Dhani Manaf Ari Lasso 4:47
3. Satu Hati (Kita Semestinya)   Dhani Manaf, Andra Ramadhan Ari Lasso 5:27
4. Terbaik Terbaik   Dhani Manaf, Andra Ramadhan Ari Lasso dan Dhani Manaf 3:18
5. Hanya Satu   Dhani Manaf, Andra Ramadhan Ari Lasso 3:55
6. Cinta 'Kan Membawamu Kembali   Dhani Manaf Ari Lasso 4:19
7. Manusia Biasa   Dhani Manaf Dhani Manaf 5:07
8. Restoe Boemi   Dhani Manaf, Erwin Prasetya Ari Lasso dan Dhani Manaf 5:17
9. Hitam Putih   Dhani Manaf, Andra Ramadhan Dhani Manaf 4:10
10. Jalan Kita Masih Panjang   Dhani Manaf Ari Lasso 4:15
11. Jangan Pernah Mencoba   Dhani Manaf, Andra Ramadhan Ari Lasso 4:31

Personel

  • Dhani Manaf - Keyboard, piano, background vocal
  • Andra Ramadhan - Electric & accoustic guitar, riff concept
  • Erwin Prasetya - Bass, 5 strings fretless, background vocal
  • Ari Lasso - Lead vocal

Musisi tambahan

  • Rere - Drums
  • Hendry - Violin
  • Lilo - Background vocal pada "Cukup Siti Nurbaya"
  • Reza Artamevia - Background vocal pada "Satu Hati (Kita Semestinya)"
  • Maia Estianty - Background vocal pada "Hanya Satu" dan "Jalan Kita Masih Panjang"
  • Mitha Sardi - Background vocal pada "Terbaik Terbaik"dan "Manusia Biasa"
  • Keke & Pay - Background vocal pada "Jangan Pernah Mencoba"

Download Full Album  Terbaik Terbaik (1995)

 Password : indiscography.blogspot.com

DISCLAIMER


Semua file musik di blog Group Band Indo didapatkan dari berbagai sumber di internet. File musik di dalam blog ini dapat di download secara gratis, dengan catatan ini hanya untuk review semata. Jika anda suka belilah kaset atau CD original dari album mereka di toko - toko terdekat di kota anda atau gunakan Nada Sambung Pribadi (NSP) dari lagu mereka,agar mereka dapat terus berkarya.

Dewa 19 Album Format Masa Depan (1994)


Format Masa Depan adalah album kedua karya grup band Dewa 19 yang dirilis pada tahun 1994. Album ini merupakan album pertama Dewa 19 yang dirilis di bawah perusahaan rekaman HJ Productions dan di distribusikan oleh Aquarius Musikindo. Album ini melahirkan beberapa hits seperti "Aku Milikmu" dan "Tak 'Kan Ada Cinta Yang Lain".

Daftar lagu

Seluruh lagu diciptakan dan disusun oleh Dhani Manaf, kecuali yang ditandai berikut.
No. Judul Vokalis Durasi
1. Aku Milikmu (Dhani Manaf, Andra Ramadhan, Ari Lasso) Ari Lasso 5:32
2. Masihkah Ada (Andra Ramadhan , Ari Lasso) Ari Lasso 3:47
3. Still I'm Sure We'll Love Again   Ari Lasso 3:54
4. Sembilan Hari & Liberty (Dhani Manaf, Erwin Prasetya) Dhani Manaf & Ari Lasso 7:29
5. Format Masa Depan   Ari Lasso 4:09
6. Mahameru   Ari Lasso 5:01
7. Imagi Cinta   Dhani Manaf 4:28
8. Selamat Ulang Tahun   Dhani Manaf & Ari Lasso 4:20
9. Deasy (Dhani Manaf, Andra Ramadhan) Ari Lasso 4:21
10. Tak 'Kan Ada Cinta Yang Lain   Ari Lasso 4:29

Personel

  • Dhani Manaf - Keyboard, Backing vocal
  • Andra Ramadhan - Gitar
  • Ari Lasso - Vokal
  • Erwin Prasetya - Bass

Personel Tambahan

  • Rere - Drum
  • Ronald - Drum
  • Bintang - 5st Fretless pada "Mahameru"
  • Maia Estianty - Backing vocal pada "Aku Milikmu"
  • Nita Tilana - Backing vokal pada "Imagi Cinta" dan "Still I'm Sure We Love Again"
  • Netta KD - Backing vocal pada "Imagi Cinta" dan "Still I'm Sure We Love Again"
  • Didi Bova - Backing vokal pada "Imagi Cinta"
  • Revy Temo - Backing vocal pada "Aku Milikmu" dan "Format Masa Depan"

Download Full Album Format Masa Depan (1994)


Password mediafire + winrar : mariberdendang.blogspot.com

DISCLAIMER


Semua file musik di blog Group Band Indo didapatkan dari berbagai sumber di internet. File musik di dalam blog ini dapat di download secara gratis, dengan catatan ini hanya untuk review semata. Jika anda suka belilah kaset atau CD original dari album mereka di toko - toko terdekat di kota anda atau gunakan Nada Sambung Pribadi (NSP) dari lagu mereka,agar mereka dapat terus berkarya.

Dewa 19 Album Dewa 19 (1992)



Dewa 19 adalah album pertama karya grup band Dewa 19 yang dirilis pada tahun 1992. Album ini merupakan satu-satunya album Dewa 19 dirilis di bawah label Team Records. Singel pertama dari album ini adalah "Kangen" yang sukses menjadi all time-hits. Lagu ini telah beberapa kali direkam ulang, termasuk duet antara Chrisye dan Sophia Latjuba pada tahun 2002. Album ini juga menelurkan hits lainnya seperti "Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi", yang dipopulerkan ulang oleh Ratu pada tahun 2003. Album pertama Dewa 19 ini mendapat sambutan yang sangat bagus dan berhasil memenangkan penghargaan BASF Awards sebagai "Album Terlaris 1993".
Dewa pertama dibentuk tahun 1986 oleh empat siswa SMP 6 Surabaya yaitu Ahmad Dhani Munaf (Dhani), Erwin Prasetya (Erwin), Wawan Juniarso (Wawan), dan Andra Ramadhan (Andra). Tahun 1988 Wawan keluar dari Dewa dan bergabung dengan Outsider yang antara lain beranggotakan Ari Lasso. Posisi wawan di Dewa digantikan oleh Salman dan Dewa berubah menjadi Down Beat. Down Beat kemudian cukup sukses di panggung festival band di Jawa Timur. Ketika nama band Slank berkibar, Wawan dipanggil untuk kembali menghidupkan Dewa dengan mengajak Ari Lasso. Nama Down Beat pun berubah menjadi Dewa 19 karena rata rata umur para personelnya waktu itu 19 tahun. Tahun 1992, Dewa merilis album pertamanya dengan title Dewa 19 juga. Album pertama ini langsung laris manis di pasar musik dalam negeri

Daftar lagu

Seluruh lagu diciptakan dan disusun oleh Dhani Manaf, kecuali yang ditandai berikut.
No. Judul Vokalis Durasi
1. Kangen (Ku Akan Datang)   Ari Lasso 5:32
2. Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi   Ari Lasso 4:39
3. Bayang-Bayang   Ari Lasso 6:28
4. Selamat Pagi (Dhani Manaf, Ari Lasso, Andra Ramadhan) Ari Lasso 4:48
5. Swear (Dhani Manaf, Ari Lasso) Ari Lasso 4:31
6. Bayi 19 (Andra Ramadhan) Instrumental 2:36
7. Rein   Dhani Manaf & Ari Lasso 3:41
8. Dewa & Si Mata Uang (Dhani Manaf, Wawan Juniarso, Erwin Prasetya) Ari Lasso 3:33
9. Hanya Mimpi (Andra Ramadhan, Dhani Manaf, Ari Lasso) Ari Lasso 4:54

Personel

  • Dhani Manaf - Keyboard, Backing Vocal
  • Andra Ramadhan - Guitar
  • Ari Lasso - Vocal
  • Erwin Prasetya - Bass
  • Wawan Juniarso - Drum

Download Full Album Dewa 19 (1992)

 
Password mediafire + winrar : mariberdendang.blogspot.com

DISCLAIMER


Semua file musik di blog Group Band Indo didapatkan dari berbagai sumber di internet. File musik di dalam blog ini dapat di download secara gratis, dengan catatan ini hanya untuk review semata. Jika anda suka belilah kaset atau CD original dari album mereka di toko - toko terdekat di kota anda atau gunakan Nada Sambung Pribadi (NSP) dari lagu mereka,agar mereka dapat terus berkarya.












































Dewa 19


Sumber ; Wikipedia
Dewa 19 adalah sebuah grup musik yang dibentuk pada tahun 1986 di Surabaya, Indonesia. Grup ini telah beberapa kali mengalami pergantian personel dan formasi terakhirnya sebelum dibubarkan pada tahun 2011 adalah Ahmad Dhani (kibor), Andra Junaidi (gitar), Once Mekel (vokal), Yuke Sampurna (bass) dan Agung Yudha (drum). Setelah merajai panggung-panggung festival di akhir era 1980-an, Dewa 19 kemudian hijrah ke Jakarta dan merilis album pertamanya pada tahun 1992 di bawah label Team Records.
Grup ini telah meraih kesuksesan sepanjang dekade 1990-an dan 2000-an melalui serangkaian lagu-lagu bergenre rock dan pop. Album yang mereka rilis nyaris selalu mendapat sambutan bagus di pasaran, bahkan album mereka yang dirilis tahun 2000, Bintang Lima, merupakan salah satu album terlaris di Indonesia dengan penjualan hampir 2 juta keping.Pada tahun 2005, majalah Hai menobatkan Dewa 19 sebagai band terkaya di Indonesia dengan pendapatan mencapai lebih dari 14 miliar setahun.Di tengah kesuksesan yang diraihnya, grup ini sempat beberapa kali tersandung masalah hukum, termasuk masalah pelanggaran hak cipta dan perseteruan dengan ormas Islam.
Sepanjang perjalanan kariernya, Dewa 19 telah menerima banyak penghargaan, baik BASF Awards maupun AMI Awards. Mereka juga pernah meraih penghargaan LibForAll Award di Amerika Serikat atas kontribusi mereka pada upaya perdamaian dan toleransi beragama. Pada tahun 2008, Dewa 19 masuk ke dalam daftar "The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa" oleh majalah Rolling Stone. Dewa diakui sebagai salah satu legenda atau ikon terbesar dalam sejarah musik populer Indonesia.

Perjalanan karier

 

1986–1991: Awal pembentukan

 

Dewa pertama kali dibentuk pada tahun 1986 oleh empat orang siswa SMP Negeri 6 Surabaya. Nama Dewa merupakan akronim dari nama mereka berempat: Dhani Ahmad (keyboard, vokal), Erwin Prasetya (bass), Wawan Juniarso (drum) dan Andra Junaidi (gitar). Mereka memiliki markas tempat berlatih di rumah Wawan di Jalan Darmawangsa Dalam Selatan No. 7, yang terletak di komplek Universitas Airlangga.
Dewa yang awalnya muncul dengan musik yang lebih pop, kemudian berubah haluan menjadi jazz setelah Erwin memperkenalkan musik jazz ke grup ini. Wawan yang merupakan penggemar berat musik rock kemudian memutuskan keluar pada tahun 1988 dan bergabung dengan Outsider yang antara lain beranggotakan Ari Lasso.Posisi Wawan kemudian digantikan oleh Salman dan nama Dewa pun diubah menjadi Down Beat, yang diambil dari nama majalah jazz terbitan Amerika Serikat. Di kawasan Jawa Timur dan sekitarnya, nama Down Beat waktu itu cukup terkenal, terutama setelah berhasil merajai panggung festival. Sebut saja Festival Jazz Remaja se-Jawa Timur, juara I Festival band SLTA '90 atau juara II Jarum Super Fiesta Musik.
Ketika nama Slank berkibar Wawan kembali dipanggil untuk menghidupkan Dewa, dengan mengajak pula Ari Lasso. Nama Down Beat pun berubah menjadi Dewa 19, karena waktu itu rata-rata usia personelnya 19 tahun.Kali ini, Dewa 19 hadir dengan mencampuradukkan beragam musik jadi satu: pop, rock, bahkan jazz, sehingga melahirkan alternatif baru bagi khasanah musik Indonesia saat itu.
Salah seorang teman sekelas Wawan, Harun ternyata tertarik pada konsep tersebut dan menawarkan investasi sebesar Rp 10 juta untuk memodali teman-temannya membuat master rekaman. Karena di Surabaya tidak ada studio yang memenuhi syarat, mereka terpaksa pergi hijrah ke Jakarta meskipun dengan modal yang pas-pasan.

1992–1994: Album perdana dan kesuksesan awal

 

Dewa 19 menyelesaikan pembuatan master album perdana mereka di Jakarta. Setelah itu, Andra, Ari, Erwin, dan Wawan kembali ke Surabaya sementara Dhani tetap di Jakarta untuk mencari label rekaman yang bersedia mengorbitkan mereka. Dhani kemudian berkeliaran di penjuru kota Jakarta, dari satu perusahaan rekaman ke perusahaan rekaman lain menggunakan bus kota. Awalnya banyak perusahaan rekaman yang menolak mereka karena menganggap lagu mereka kurang menjual.Master rekaman Dewa 19 akhirnya dilirik oleh Jan Djuhana dari Team Records, yang pernah sukses melejitkan KLa Project.
Pada tahun 1992, Dewa meluncurkan album pertamanya yang bertajuk Dewa 19. Di luar dugaan album perdana mereka meledak dan laris di pasaran, sehingga Team Records yang notabene merupakan label kecil terpaksa meminta Aquarius Musikindo untuk mengabil alih produksi album ini.Album ini melahirkan singel berjudul "Kangen" dan "Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi" yang sukses mendapat tempat di hati pecinta musik Indonesia. Nama Dewa 19 pun seketika melejit di blantika musik Indonesia. Melalui album ini Dewa 19 berhasil menyabet 2 penghargaan di BASF Awards 1993, masing-masing untuk kategori "Pendatang Baru Terbaik" dan "Album Terlaris 1993".
Pada tahun 1994, Dewa 19 merilis album kedua mereka yang berjudul Format Masa Depan. Di tengah penggarapan album ini, Wawan hengkang dari Dewa 19 dan kemudian digantikan sementara oleh pemain pembantu Rere Reza drummer di Grass Rock (sekarang drummer pembantu di ADA Band). Terhitung sejak 24 September 1994 Aquarius Musikindo resmi menjadi label Dewa 19 menggantikan Team Records. Album ini menelurkan singel berjudul "Aku Milikmu" dan "Tak Akan Ada Cinta Yang Lain".



1995–1997: Terbaik Terbaik dan Pandawa Lima

 

Pada tahun 1995, Dewa merilis album bertajuk Terbaik Terbaik. Wong Aksan kemudian bergabung dan menempati posisi drummer. Album ini memiliki konsep musik pop rock yang dikembangkan dengan menambah unsur-unsur jazz, folk, funk dan ballad. Banyak pengamat musik meyakini bahwa inilah album terbaik yang pernah dibuat Dewa 19 yang mengukuhkan mereka sebagai salah satu grup band besar terkreatif di Indonesia.Majalah Rolling Stone edisi Desember 2007, menempatkan album ini di posisi 26 dalam daftar "150 Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa".Sementara itu, singel pertamanya yang berjudul "Cukup Siti Nurbaya" berada di peringkat 20 dalam daftar "150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa" oleh majalah Rolling Stone edisi Desember 2009.
Selain "Cukup Siti Nurbaya", album Terbaik Terbaik juga melejitkan singel hit lain seperti "Satu Hati (Kita Semestinya)" dan lagu balada "Cinta 'Kan Membawamu Kembali". Lewat album ini Dewa kembali meraih penghargaan BASF Awards untuk "Grup Musik Rock Terbaik", "Grup/Duo Rekaman Terbaik" serta "Tata Musik Rekaman Terbaik".Video klip "Cukup Siti Nurbaya" juga mendapat penghargaan sebagai "Video Klip Terbaik" di ajang Video Musik Indonesia. Album Terbaik Terbaik telah sukses terjual sebanyak 500.000 keping di Indonesia.Sejak album ini pula Dewa 19 mulai menggunakan istilah Baladewa untuk menyebut para penggemar fanatiknya.
Album keempat Dewa 19 yang berjudul Pandawa Lima dirilis pada tahun 1997. Melalui album ini, Dewa 19 sukses meraih 6 penghargaan di Anugerah Musik Indonesia 1997, yaitu untuk "Lagu Alternatif Terbaik", "Lagu Terbaik Umum", "Duo/Grup Alternatif Terbaik", "Album Rhythm & Blues Terbaik" serta "Sampul Album Terbaik".Album ini melahirkan sejumlah hits di antaranya berjudul "Kirana" dan "Kamulah Satu-Satunya". Kedua lagu ini berhasil memenangkan penghargaan Video Musik Indonesia sebagai "Video Klip Favorit". Pandawa Lima telah sukses terjual lebih dari 800 ribu keping dan mendapat sertifikat 5x Platinum.

1998–1999: Ketergantungan narkoba dan perpecahan

 

Pada tanggal 4 Juni 1998, Wong Aksan resmi dikeluarkan dari Dewa 19 akibat permainannya yang terlalu kental dengan corak jazz. Ia digantikan oleh Bimo Sulaksono (mantan anggota Netral). Tak lama kemudian Bimo keluar dari grup ini dan bergabung dengan Bebi untuk membentuk grup Romeo.
Dewa 19 juga menghadapi masalah akibat dua personelnya, Ari Lasso dan Erwin Prasetya mengalami ketergantungan berat narkoba. Selain menghancurkan kehidupan pribadi mereka, narkoba juga melumpuhkan seluruh aktivitas Dewa 19. Berbagai tawaran manggung terpaksa ditolak dan dibatalkan karena sering pada saat manggung, Ari tampil dengan kondisi yang memprihatinkan.Album ke-5 Dewa 19 tidak pernah selesai digarap akibat jadwal rekaman yang sering ditunda. Perlahan mulai timbul konflik di tubuh Dewa 19.
Ari dan Erwin sempat diberi waktu istirahat beberapa bulan dan Dewa 19 divakumkan untuk sementara waktu.Erwin kemudian memutuskan untuk masuk rehabilitasi dan pesantren untuk menghilangkan kebiasaan buruknya itu. Setelah melewati waktu yang cukup lama Erwin berhasil sembuh. Sementara Ari Lasso sama sekali tak ada tanda-tanda membaik, bahkan semakin memburuk. Melihat kondisi Ari Lasso semakin mengkhawatirkan, dengan terpaksa ia dikeluarkan dari posisi vokalis Dewa 19.
Pada tahun 1999, Dewa merilis album The Best of Dewa 19, yang berisi karya-karya terbaiknya semasa Ari Lasso menjadi vokalis. Album ini memuat dua lagu baru yaitu "Elang" dan "Persembahan dari Surga". Album ini kembali meraih sukses meski tanpa sepotong promosi apapun. Setelah perilisan album ini, Dewa 19 resmi hanya tinggal 2 orang personel saja.
Once Mekel yang berkenalan dengan Dhani pada tahun 1997, direkrut menjadi vokalis baru Dewa 19 menggantikan Ari Lasso.Sebelumnya, Once bersama Dhani dan Andra sempat menggarap rekaman untuk film Kuldesak. Once kemudian juga mengajak temannya, Tyo Nugros bergabung dengan Dewa 19 untuk mengisi posisi drummer yang kosong.

2000–2002: Puncak kesuksesan

 Setelah sekian lama vakum dari blantika musik Indonesia, akhirnya pada tanggal 30 April 2000, Dewa tampil secara perdana dengan formasi baru: Ahmad Dhani (keyboard), Andra Junaidi (gitar), Once Mekel (vokalis) dan Tyo Nugros (drumer).Kali ini Dewa 19 hadir dengan nama "Dewa" saja, tanpa embel-embel "19".

 

Pada tahun 2000, Dewa merilis album kelimanya bertajuk Bintang Lima. Awalnya banyak yang pesimis dengan formasi Dewa saat itu. Namun ternyata, album Bintang Lima justru meledak di pasaran, bahkan menjadi album tersukses sepanjang karier Dewa.Dari 11 materi lagu di album tersebut, 6 di antaranya manjadi lagu favorit anak-anak muda di seantero tanah air. "Roman Picisan", "Dua Sejoli", "Risalah hati", "Separuh Nafas", "Cemburu" dan "Lagu Cinta" adalah lagu-lagu yang banyak direquest di radio-radio terkemuka di Indonesia.Dewa mengadakan tur di 36 kota untuk mempromosikan album ini sekaligus memperkenalkan formasi baru mereka.Melalui album ini, Dewa menyabet tiga penghargaan AMI Awards 2000, yaitu "Penyanyi/Group Terbaik", "Lagu Terbaik" ("Roman Picisan") dan "Album Terbaik".Bintang Lima sukses terjual lebih dari 1,7 juta keping dan merupakan salah satu album terlaris di Indonesia.Total penjualan album ini (asli dan bajakan) diperkirakan mencapai 9 juta keping.Majalah Rolling Stone menempatkan album ini di posisi 96 dalam daftar "150 Album Indonesia Terbaik".
Erwin Prasetya yang telah sembuh total dari narkoba kembali bergabung dengan Dewa. Album keenam Cintailah Cinta dirilis pada tanggal 5 April 2002.Album ini awalnya akan diberi judul Indera Ke-Enam, namun hanya karena pertimbangan pasar, pihak label menggantinya menjadi Cintailah Cinta.Album ini pun kembali mendulang sukses album Bintang Lima. Sebelum resmi dirilis di pasaran album ini bahkan telah laris sebanyak 200.000 keping.Total penjualan album ini telah mencapai lebih 1,04 juta keping.Pada ajang AMI Awards 2002, Dewa berhasil membawa tiga penghargaan untuk kategori "Duo/Grup Pop Terbaik", "Lagu Terbaik" ("Arjuna") serta "Sampul Album Terbaik.
Di tengah kesuksesan yang diraihnya, Dewa tersandung masalah pelanggaran hak cipta. Lagu berjudul "Arjuna Mencari Cinta" digugat oleh Yudhistira ANM Massardi, selaku penulis novel dengan judul yang sama.Dewa dianggap menciplak judul novel "Arjuna Mencari Cinta" tanpa konfirmasi dengan si penulis. Meskipun awalnya sempat bersikukuh tidak bersalah, Dewa akhirnya bersedia berdamai dengan mengganti judul lagunya menjadi "Arjuna".
Pada tahun yang sama, Dewa merekam lagu berjudul "Juara Sejati" untuk menjadi theme song resmi Piala Dunia 2002 di Indonesia, yang disiarkan oleh RCTI.Meskipun awalnya bukan untuk tujuan komersil, lagu ini kemudian dirilis dalam kompilasi bertajuk NU Rock.
Pada tanggal 1 Juli 2002, Erwin Prasetya kembali dikeluarkan dari Dewa oleh pihak manajemen untuk selama-lamanya.Ia kemudian digantikan oleh Yuke Sampurna, yang merupakan mantan basist The Groove.

2003–2006: Laskar Cinta, Republik Cinta dan upaya go international

 

Dewa menggelar tur bertajuk "Atas Nama Cinta" di 25 kota di Indonesia, yang dibuka dengan konser di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, 18 Februari 2003. Dalam tur ini, Dewa juga mengikutsertakan Ari Lasso, mantan vokalis Dewa.Pada awal tahun 2004, Dewa merilis album live dobel Atas Nama Cinta yang merupakan rekaman konser saat tur Atas Nama Cinta, menampilkan lagu-lagu hits Dewa sejak tahun 1992 dalam versi konser. Dewa juga merilis ulang The Best Of Dewa 19 dalam bentuk DVD berisi Kelahiran & Perjalanan Dewa 19 serta 10 video klip, ditambah 1 CD audio dan 1 buku sejarah dan perjalanan Dewa 19. Sejak dirilis pada tahun 1999, album The Best of Dewa 19 sendiri telah terjual hampir 1 juta keping.
Pada tahun 2004, Dewa kembali melakukan tur di 30 kota yang disponsori Yamaha bertajuk "Yamaha Dewa Tour 2004 - Selalu Terdepan".Selepas melakukan tur, bertempat di Avenue, Sari Pan Pacific Hotel, Dewa resmi merilis album kedelapannya yang berjudul Laskar Cinta pada tanggal 22 November 2004.Di album ini Dewa menyuguhkan musik rock yang lebih keras serta penggunaan musik sampling.Album ini melejitkan hits berjudul "Pangeran Cinta", "Satu" dan "Cinta Gila". Nama Dewa kemudian dikembalikan lagi menjadi "Dewa 19".
Masalah kembali menimpa Dewa 19, kali ini dengan Front Pembela Islam (FPI) menyangkut sampul album Laskar Cinta yang memuat logo seperti kaligrafi Allah.Perseteruan ini sempat berbuntut pada pelaporan Dewa 19 ke polisi oleh FPI. Setelah saling melempar komentar-komentar panas di media, akhirnya pada tanggal 27 April 2005, Dewa 19 dan pengacaranya Habib Umar Husein SH menggelar jumpa pers, untuk mengumumkan itikad mau mengubah logo dalam sampul album "Laskar Cinta".Perubahan logo ini dilakukan oleh Tepan Cobain dari tim kreatif Dewa dengan berkonsultasi pada ahli kaligrafi Al Qur'an, Didin Sirajuddin AR.Menyangkut perubahan logo, Dewa 19 juga mencetak ulang cover album Laskar Cinta. Dalam cetak ulang cover album itu, selain ada perubahan logo, juga ada perubahan di gambar personel Dewa yang sebelumnya terlihat memakai tato dihilangkan, sesuai saran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Sepanjang tahun 2003 hingga 2005, Dewa telah beberapa kali di undang untuk mengadakan konser di kancah internasional. Pada tanggal 13-15 Agustus 2003, Dewa mengadakan 2 buah konser di Jepang, masing-masing di Tokyo dan Nagoya.Pada tahun 2004, Dewa mengadakan konser di Korea Selatan, lalu kemudian ke Amerika Serikat untuk menggelar konser di Boston, Houston, San Fransisco dan Seattle.Pada tanggal 7 Mei 2004 Dewa juga mendapat undangan untuk mengadakan konser di Timor Leste dalam rangka Hari Kemerdekaan negara tersebut. Pada tanggal 15 Mei 2004, konser Dewa 19 digelar di Municipal Stadium, Dili dan disambut oleh 50.000 penonton.Angka tersebut merupakan jumlah penonton terbesar Dewa selama manggung di luar negeri. Keesokan harinya, saat hendak kemballi ke Indonesia, personel Dewa didatangi oleh presiden Xanana Gusmao di koridor Aeroporto Internacional Presidente Nicolau Lobato.Pada Maret 2005, Dewa menggelar konser di kota Sydney dan Melbourne, Australia.Dewa 19 juga mengadakan konser di Singapura seusai menerima penghargaan khas dari Anugerah Planet Muzik 2005 sebagai "The Most Genius Band".
Dewa mulai serius menjajaki pasar internasional dengan ditanda tanganinya kontrak untuk 3 album dengan EMI Music International Hong Kong yang berlaku per 1 Januari 2006.Dewa 19 kemudian mengeluarkan album bertajuk Republik Cinta pada awal tahun 2006 dalam 2 versi, yakni untuk pasar Indonesia dan pasar internasional.Sebelum merilis album ini, pada tanggal 12 Desember 2005, Dewa dan EMI telah melempar singel berjudul "Laskar Cinta" di 150 radio di Indonesia."Laskar Cinta" sendiri mengangkat isu terorisme dan kekerasan. terinspirasi oleh perseteruan Dewa dengan FPI beberapa waktu sebelumnya. Tulisan KH Abdurrahman Wahid di The New York Times, koran terkemuka di Amerika Serikat, telah mengantarkan nama Dewa 19 ke negara tersebut.Dewa mendapatkan penghargaan LibForAll Award di Amerika Serikat atas lagu "Warriors of Love" (versi bahasa Inggris "Laskar Cinta") yang dinilai menyerukan perdamaian dan toleransi beragama. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh CEO LibForAll Foundation, Holland Taylor, di New York, Amerika Serikat.
Dewa 19 menghabiskan biaya lebih dari setengah miliar untuk menggarap 11 video klip di album ini. Dewa 19 kemudian merilis VCD dan DVD Karaoke dari album Republik Cinta.Dewa juga membuat video klip "I Want to Break Free" untuk keperluan internasional. Video dari lagu milik band legendaris Queen ini juga diputar oleh jaringan Hard Rock Cafe di seluruh dunia, guna memperlebar kesempatan Dewa dikenal secara internasional.
Meskipun upaya menuju karier internasional mereka gagal, album Republik Cinta berhasil membuahkan penghargaan di AMI Awards 2006. Dewa 19 berhasil meraih penghargaan "Grup Rock Terbaik" dan "Album Terbaik".Tidak hanya itu, vokalis Dewa, Once juga meraih penghargaan sebagai "Penyanyi Solo Pria Terbaik" melalui proyek solonya. Album Republik Cinta sendiri terjual sebanyak 450 ribu keping selama 3,5 minggu.Pada bulan Maret 2006, album ini juga meraih sertifikat platinum di Malaysia. Pada tahun ini, Dewa juga dinobatkan sebagai "Duta Surabaya" atas kesuksesan dan prestasi mereka sebagai grup musik yang berasal dari Surabaya.

2007–2011: Kerajaan Cinta dan pembubaran

 

Pada tahun 2007, Dewa merilis album kompilasi berjudul Kerajaan Cinta, yang kemudian menjadi album terakhir dalam karier grup ini. Album ini memuat dua buah lagu baru yaitu "Dewi" dan "Mati Aku Mati", sementara selebihnya merupakan lagu-lagu di album Republik Cinta dan lagu-lagu lama Dewa yang diremix atau direkam ulang. Lagu "Mati Aku Mati" diangkat untuk menjadi soundtrack film arahan Hanung Bramantyo, Kamulah Satu-Satunya, yang dibintangi oleh Nirina Zubir. Filmnya sendiri bercerita tentang pengorbanan dan kenekatan seorang penggemar fanatik Dewa 19.Pada tahun ini, Dewa 19 kembali harus kehilangan salah seorang personelnya, Tyo Nugros. Tyo keluar setelah sebelumnya ia sempat vakum dari kegiatan Dewa akibat menderita sakit pada kakinya yang mengharuskannya tidak bisa main drum untuk jangka waktu lama.Posisi drummer kemudian diberikan kepada Agung Yudha.
Dewa 19 menggelar konser besar-besaran di lima kota di Malaysia, yaitu: Kota Kinabalu, Kuching, Johor Bahru, Penang dan Kuala Lumpur selama bulan Desember 2007.Dewa kemudian melakukan konser di Stadion Negara, Kuala Lumpur.Dewa 19 mencetak sejarah musik di Malaysia dimana sebuah grup musik melakukan konser di lima kota besar di Malaysia dalam sebulan.Pada konser ini Dewa 19 menggandeng sejumlah penyanyi papan atas Malaysia di antaranya Ella dan Sheila Majid.Dewa juga membuatkan lagu khusus penggemarnya di Malaysia berjudul "Cintaku Tertinggal di Malaysia". Selain itu, Dewa 19 terpilih menjadi ikon dari Celcom Bhd, salah satu perusahaan telekomunikasi raksasa Malaysia.
Setelah menggelar tur di Malaysia, Dewa 19 mulai vakum akibat kesibukan masing-masing personel dengan proyek sampingannya mereka masing-masing. Andra Junaidi membentuk grup band Andra & The Backbone pada tahun 2006, bersama Stevie Item dan Dedy Lisan. Album pertama grup ini dirilis pada tahun 2007, dengan melejitkan sejumlah hit seperti "Musnah" dan "Sempurna".Pada tahun 2007, Ahmad Dhani mulai mengembangkan manajemen Dewa 19 menjadi Republik Cinta Management yang berhasil meluncurkan karier sejumlah penyanyi terkenal seperti Dewi Dewi, Mulan Jameela, dan The Virgin. Dhani kemudian juga membentuk grup musik The Rock dan menjadi vokalisnya. Vokalis Dewa 19, Once Mekel, juga mengembangkan kariernya sebagai penyanyi solo dengan merekam singel "Ku Cinta Kau Apa Adanya" pada tahun 2007. Pada tahun 2009, Yuke Sampurna menyusul rekan-rekannya dengan membentuk grup band Number One dan The Chemistry.
Akibat kesibukan mereka masing-masing pengerjaan album kesepuluh Dewa tidak kunjung selesai. Dewa 19 sempat kembali ke panggung musik dengan hanya merilis singel, yaitu "Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia" (2008) dan "Bukan Cinta Manusia Biasa" (2009). Kedua lagu tersebut dimuat dalam album kompilasi artis-artis Republik Cinta Management. Menurut pengamat musik Bens Leo, kesibukan Ahmad Dhani yang merupakan otak Dewa 19 menyebabkan grup ini berada dalam keadaan kurang sehat. Ia mengatakan: "Dhani bisa membentuk RCM hingga artis-artisnya dikenal, tapi Dewa 19 justru tidak terurus... Kalau Dhani tidak mempertahankan band utamanya, jelas banyak fans yang akan kecewa. Begitu pula dengan penikmat musik di tanah air yang sudah akrab dengan musik-musik khas Dewa 19."
Pada awal tahun 2011, Once akhirnya menyatakan keluar dari posisinya sebagai vokalis Dewa 19 untuk fokus dalam kariernya sebagai penyanyi solo.Pengunduran diri Once tersebut menjadi penyebab utama bubarnya Dewa 19. Ahmad Dhani kemudian kembali mengadakan pembicaraan dengan Once, yang mana akhirnya mereka memutuskan untuk menjadi band nostalgia.Dhani menyatakan: "Saya memutuskan band Dewa itu adalah band nostalgia. Jadi kalau main itu dalam konteks reuni. Kalau pun membuat album lagi adalah dalam bentuk Dewa 19 band nostalgia." Dewa 19 resmi dinyatakan bubar setelah berdiri selama 25 tahun.



2011–Sekarang: konser nostalgia

Walaupun Dewa 19 telah dinyatakan bubar, tetapi tekad Ahmad Dhani masih bersemangat untuk tetap mengadakan konser reuni Dewa 19 ke berbagai kota di Indonesia sebagai obat rindu untuk para penggemarnya. Bahkan Ahmad Dhani juga mengundang mantan personil Dewa 19 yang pernah ikut andil dalam perkembangan Dewa 19 seperti Tyo Nugros, Wong Aksan, dan Ari Lasso. Once sesekali ikut manggung kembali bareng Dewa 19 bahkan duet bersama Ari Lasso walaupun pada awalnya Once pernah menolak untuk manggung bersama Dewa 19. 23 Februari 2013 merupakan konser reuni Dewa 19 yang sentak membuat penonton tak percaya. Pasalnya pada konser tunggalnya Ari Lasso yang bertakjud Sang Dewa Cinta, Dewa 19 membentuk personil yang belum pernah dilakukan selama 19 tahun terakhir. Yaitu dengan dihadiri oleh personil awal mereka, Wawan Juniarso dan Erwin Prasetya. Sontak peristiwa langka tersebut membuat penonton seakan tidak percaya bahwa hal tersebut terjadi.Sampai 2015 ini, Ahmad Dhani masih sering mengadakan konser reuni Dewa 19 dengan membonceng sang vokalis Ari Lasso.
Namun Akhir-akhir ini muncul wacana Ahmad Dhani yang ingin membangkitkan Dewa 19 dari tidur panjangnya untuk kembali mengisi dapur rekaman dengan menggandeng kembali Ari Lasso sebagai vokalis utama Dewa 19.Ari Lasso yang notabene dikenal sebagai vokalis awal Dewa 19 ini diminta untuk meninggalkan label rekamannya oleh Ahmad Dhani sebagai syarat untuk bergabung dengan Dewa 19.

Anggota band

Anggota terakhir
  • Ahmad Dhani – kibor, vokal tambahan, gitar tambahan (1986–2011)
  • Andra Ramadhan – gitar utama (1986–2011)
  • Once Mekel – vokal utama (1999–2011)
  • Yuke Sampurna – bass (2002–2011)
  • Agung Yudha – drum (2007–2011)

Mantan anggota
  • Wawan Juniarso – drum (1986–1988, 1991–1994)
  • Erwin Prasetya – bass (1986–1999, 2001–2002)
  • Ari Lasso – vokal utama (1991–1999)
  • Wong Aksan – drum (1995–1998)
  • Tyo Nugros – drum (1999–2007)
  • Bimo sulaksono – drum (1998–1999)


Diskografi

 

Album studio

Album kompilasi

Album live

Iklan

  • Yamaha Motor Indonesia
  • Big Band Polytron
  • Kijang (shine on)
  • Tolak angin
  • Oli Top One USA
  • Sprite "Bebaskan"
  • Mie Sedap